Karena Tunggakan Biaya dan Kurang Peduli, Ribuan Ijazah Siswa di Bangka Belitung Tertahan di Sekolah

Karena Tunggakan Biaya dan Kurang Peduli, Ribuan Ijazah Siswa di Bangka Belitung Tertahan di Sekolah
PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Ribuan ijazah lulusan SMK/SMA di Kepulauan Bangka Belitung ditahan sekolah karena tidak melunasi iuran komite. Ketua DPRD Bangka Belitung Didit Srigusjaya mengatakan, banyak laporan yang masuk ke kantor dewan perihal ijazah yang tertahan karena faktor administrasi. "Kami memberi tenggat waktu agar dalam waktu satu bulan ini sudah diselesaikan. Dinas harus mencari solusi agar hak siswa terpenuhi," kata Didit di Kantor DPRD Babel, Kamis (19/2/2026). Sebelumnya, pimpinan DPRD telah menggelar pertemuan dengan pegawai Dinas Pendidikan untuk mempertanyakan ijazah siswa yang masih tertahan, bahkan ada yang sudah bertahun-tahun. "Dari hasil penelusuran bersama, terungkap sekitar 3.568 ijazah belum diambil dengan berbagai latar belakang persoalan, termasuk kasus penahanan karena tunggakan biaya," ujar Didit. Besok, Batas Akhir Sekolah di Jakarta Kirimkan Data Ijazah Tertahan Artikel Kompas.id DPRD menegaskan bahwa ijazah merupakan hak siswa yang telah menuntaskan pendidikan dan wajib diberikan tanpa syarat. DPRD Kepulauan Bangka Belitung bergerak menyikapi persoalan serius terkait ribuan ijazah SMA dan SMK yang belum diambil, bahkan diduga tertahan karena persoalan administrasi dan tunggakan iuran sekolah. Ribuan ijazah yang masih tertahan tersebut terdiri dari sekolah negeri sekitar 3.568 ijazah dan sekolah swasta sekitar 594 ijazah. Fenomena ini bukan hanya terjadi pada lulusan baru (2025), melainkan akumulasi sejak tahun 2016. 2 Faktor Penyebab Secara umum, ada dua faktor utama mengapa ijazah ini tidak sampai ke tangan siswa, antara lain disebabkan tunggakan biaya pendidikan dan ini adalah penyebab yang paling sering dilaporkan. Banyak siswa dari keluarga kurang mampu belum bisa melunasi sumbangan iuran sekolah atau biaya komite. Dalam satu kasus di Bangka Tengah, ijazah seorang siswa tertahan hanya karena tunggakan Rp 500.000. Di sisi lain kurangnya komunikasi dan kepedulian, beberapa siswa/alumni merasa tidak terlalu membutuhkan ijazah segera setelah lulus karena bekerja di sektor informal. Tanggapan Disdik Babel Perwakilan Dinas Pendidikan Bangka Belitung, Saiful Bakri membenarkan persoalan ijazah yang masih tertahan. "Jumlah sejak beberapa tahun, mungkin ada kendala komunikasi dan finansial," ujar Saiful. Selanjutnya, Disdik berencana menyurati seluruh sekolah untuk membagikan ijazah yang masih tertahan. Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/02/20/072506178/karena-tunggakan-biaya-dan-kurang-peduli-ribuan-ijazah-siswa-di-bangka.