Sambut Ramadan 1447 H, 10 Utusan Rohis SMAN 1 Koba Siap Beraksi di Pesantren Ramadhan Daring
KOBA – Semangat menyambut bulan suci Ramadan 1447 H mulai terpancar dari wajah-wajah siswa SMA Negeri 1 Koba. Sebanyak 10 siswa terpilih yang tergabung dalam organisasi Kerohanian Islam (Rohis) dipastikan akan menjadi duta sekolah dalam perhelatan akbar Pesantren Ramadhan Rohis tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kanwil Kementerian Agama ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 3 hingga 5 Maret 2026. Di bawah bimbingan langsung Pembina Rohis, Hendri, S.Ag., para siswa ini akan bergabung dengan 1.000 peserta lainnya secara daring untuk memperdalam ilmu agama sekaligus melakukan aksi sosial nyata.
Berikut adalah nama-nama siswa-siswi yang menjadi peserta dalam agenda tahun ini:
1. Sirmah
2. Nursaleha
3. Surya Pratama
4. Zakea Azzahra
5. Geisya
6. Issabella
7. Velania
8. Meutia
9. Talita
10. Regita
Selama tiga hari, mereka akan mengikuti materi dari narasumber ahli serta melakukan penugasan mandiri yang berdampak sosial. Beberapa poin utama dalam jadwal kegiatan meliputi:
Selasa, 3 Maret: Materi "Peran Kemenag dalam Pembinaan Gen-Z" dilanjutkan dengan Gerakan Bersih-Bersih Masjid di lingkungan sekolah.
Rabu, 4 Maret: Materi "Bijak Bermedsos & Mental Health" dilanjutkan dengan Gerakan Menanam Pohon di fasilitas umum sekitar tempat tinggal.
Kamis, 5 Maret: Materi "Leadership Islami" dan ditutup dengan aksi "Rohis Berbagi" (pembagian paket beras dan takjil).
Pembina Rohis SMAN 1 Koba, Hendri, S.Ag., menyatakan bahwa keikutsertaan siswa ini bukan sekadar formalitas pengisian absen, melainkan upaya membentuk karakter Leadership Islami di tengah arus zaman.
"Kami ingin para siswa tidak hanya cerdas di kelas, tapi juga menjadi agen perubahan di sekolah. Dengan tugas menanam pohon dan berbagi sembako, mereka belajar bahwa ibadah Ramadan memiliki dimensi sosial dan lingkungan yang kuat," ungkap Hendri.
Setiap harinya, para peserta juga diwajibkan melakukan Tadarus Al-Quran 1 Juz per hari secara mandiri sebagai bagian dari upaya menyukseskan program Khataman Al-Quran massal di akhir kegiatan.