Antisipasi Libur Lebaran, SPPG Arung Dalam Bagikan Paket MBG 7 Hari di SMAN 1 Koba

Antisipasi Libur Lebaran, SPPG Arung Dalam Bagikan Paket MBG 7 Hari di SMAN 1 Koba

KOBA, BANGKA TENGAH – Menjelang libur panjang Idul Fitri, Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Arung Dalam, Kecamatan Koba, menyalurkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus bagi siswa SMA Negeri 1 Koba pada Jumat (13/03/2026). Berbeda dengan hari biasanya, paket kali ini merupakan stok untuk 7 hari ke depan yang terdiri dari susu, buah-buahan, roti, dan aneka kue.
Keterlambatan Logistik dan Kejar Waktu Sholat Jumat
Pelaksanaan pembagian hari ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Berdasarkan pantauan di lapangan, sempat terjadi kericuhan kecil di area pembagian. Hal ini dipicu oleh keterlambatan armada pengantar paket dari jadwal yang telah disepakati sebelumnya.
Kondisi semakin mendesak mengingat hari ini adalah hari Jumat. Para siswa dan guru laki-laki yang muslim mulai tampak gelisah karena harus segera bergegas ke masjid untuk menunaikan ibadah Sholat Jumat berjamaah.
Melihat situasi yang mulai tidak kondusif, para guru perempuan SMAN 1 Koba tanpa diminta langsung membantu. Mereka secara sigap langsung turun tangan membantu Eptika Juniati, S. Pd., selaku Person in Charge (PIC) MBG di sekolah tersebut, yang tampak mulai kewalahan menangani ratusan siswa di tengah cuaca panas.
Berkat bantuan para guru tersebut, proses verifikasi dan distribusi yang tadinya semrawut berubah menjadi tertib. Antrean kembali teratur, sehingga seluruh siswa yang hadir berhasil mendapatkan hak paket MBG mereka sebelum adzan Jumat berkumandang.
Momen pembagian paket besar ini pun menjadi ajang kreativitas siswa. Banyak dari mereka yang mengabadikan tumpukan susu dan roti tersebut melalui gawai masing-masing. Tak butuh waktu lama, unggahan foto dan video pembagian ini viral di media sosial dengan tagar populer #THRDariMBG.
Eptika Juniati, S. Pd., mengungkapkan rasa syukur sekaligus permohonan maafnya atas kendala yang terjadi.
> "Memang benar tadi sempat ada sedikit ketegangan karena masalah waktu. Paket yang dibagikan ini kan porsi besar untuk stok 7 hari libur, jadi logistiknya memang lebih berat dari biasanya. Saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan guru perempuan yang luar biasa sigap membantu saya tadi. Tanpa mereka, mungkin pembagian tidak akan selesai tepat waktu. Alhamdulillah, meskipun tadi sempat ricuh sebentar, semua siswa tetap pulang membawa hak mereka dengan senyum," ujar Eptika Juniati.

Meskipun kegiatan berakhir dengan sukses dan semua siswa mendapatkan paketnya, terdapat beberapa poin yang perlu menjadi catatan evaluasi bagi pihak SPPG Arung Dalam maupun penyelenggara di sekolah:
* Ketepatan Waktu Logistik: Manajemen waktu pengantaran barang perlu diperketat, terutama pada hari pendek seperti hari Jumat. Keterlambatan distribusi pada hari ibadah berisiko menciptakan gesekan psikologis bagi penerima manfaat.
* Sistem Antrean Paket Besar: Mengingat paket yang dibagikan adalah porsi untuk 7 hari (volume lebih banyak), diperlukan pengaturan alur antrean yang lebih matang agar tidak terjadi penumpukan massa di satu titik.
* Mitigasi Tenaga Bantuan: Perlu adanya tim back-up yang sudah disiapkan sejak awal untuk membantu PIC, sehingga beban kerja tidak menumpuk pada satu orang saat terjadi kendala teknis.
Secara keseluruhan, inisiatif pemberian paket "THR" berupa gizi tambahan ini sangat positif bagi kesehatan siswa selama masa libur lebaran. Dengan evaluasi pada sisi manajemen distribusi, diharapkan program MBG ke depannya akan jauh lebih profesional dan nyaman bagi semua pihak.

Gambar Artikel